Laman

Sabtu, 25 Juni 2011

Pengobatan Kanker Usus Besar

Apakah Kanker Usus Besar Bisa Diobati?

Ada beberapa pilihan pengobatan kanker usus besar dan setiap jenis pengobatan tergantung pada stadium kanker usus besar.

Pembedahan. Kebanyakan orang yang mengalami kanker usus besar akan menjalani operasi, ada beberapa jenis atau metode operasi yang dapat dipilih, seperti:
Operasi lokal dan Polipectomi. Pada kanker stadium dini, dokter dapat melakukan operasi pengangkatan jaringan kanker tanpa melakukan sayatan pada perut. Sebuah alat khusus dimasukkan melalui rectum/anus menuju usus besar kemudian kanker diangkat. Jika kanker ditemukan dalam polip, maka disebut polipectomi.
Bedah usus. Selama bedah usus, dokter akan membuang bagian usus besar yang mengandung kanker dan kemudian usus besar disambung kembali. Metode ini dilakukan dengan cara menyayat perut, atau pada beberapa orang bisa dilakukan dengan teknik laparoskopi. Laparoskopi adalah metode baru yang digunakan pada operasi usus besar. Metode ini dilakukan oleh dokter yang sangat berpengalaman. Metode ini tidak bisa dilakukan untuk semua orang, melainkan hanya pada orang yang memiliki kanker usus besar stadium dini. Beberapa jenis pembedahan dilakukan berdasarkan pada stadium kanker usus besar dan beberapa factor lainnya.
Reseksi dan Kolostomi. Saat usus besar belum berfungsi baik setelah pembedahan, salah satu cara untuk membuang sisa makanan yang efektif adalah dengan menggunakan kolostomi. Kolostomi dapat digunakan sementara sampai bekas pembedahan sembuh atau bisa juga digunakan secara permanen.
Kemoterapi. Organ dalam tubuh terdiri dari jutaan sel. Sel membelah dan berkembang sesuai yang dibutuhkan tubuh. Jika sel terus bertumbuh sedangkan tubuh tidak membutuhkannya, maka yang terbentuk adalah suatu pertumbuhan massa, disebut juga dengan tumor. Obat kemoterapi bekerja dengan menghentikan sel yang berkembang dengan cepat. Namun, beberapa jenis sel yang juga berkembang cepat seperti sel rambut juga akan terkena dampak kemoterapi sehingga menyebabkan kerontokan rambut saat menjalani kemoterapi. Kerontokan ini akan pulih setelah kemoterapi selesai. Kemoterapi pada kanker usus besar disarankan jika kanker sudah memasuki stadium 2 sehingga mengurangi potensi untuk meningkat menjadi stadium 3 dan 4. Namun pada beberapa kasus, kanker usus besar ditemukan sudah berada pada stadium 3 dan 4. Kemoterapi bisa dilakukan sebelum atau sesudah pembedahan dan bisa juga diberikan kombinasi dengan terapi radiasi.
Terapi radiasi. Terapi radiasi dilakukan dengan menggunakan jenis energy sinar tertentu yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran tumor atau menghilangkan sel kanker. Terapi radiasi bekerja dengan cara merusak DNA sel kanker, sehingga mengakibatkan sel tidak bisa berkembang. Meskipun terapi radiasi dapat merusak sel disekitar sel kanker yang masih sehat, sel kanker merupakan sel yang sangat sensitive terhadap radiasi dan sel kanker akan mengalami kematian saat dilakukan terapi. Ada 2 jenis terapi radiasi yaitu radiasi eksternal dan radiasi internal disebut juga dengan brakhiterapi. Pada kanker usus besar, penggunaan radiasi eksternal lebih umum dibandingkan dengan radiasi internal.

Tips Mencegah Kanker Usus Besar (Colon)

Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker yang dapat dicegah. Berikut beberapa perubahan perilaku yang dapat menghindarkan anda dari kanker usus besar:

1. Perbanyak makan sayur

Hampir semua tahu kalau kita memang harus banyak makan sayur. Sebuah penelitian menyebutkan, dengan banyak makan sayur akan mencegah terjadinya kanker usus besar hampir setengahnya. Mulai saat ini, hidangkanlah selalu sayur di meja makan anda.

2. Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan nitrat

Termasuk ke dalamnya makanan kaleng, hot dog dan lain sebagainya. Lemak jenuh berhubungan dengan peradangan, sementara nitrat bersifat karsinogenik atau penyebab kanker.

3. Makanlah ayam

Menurut sebuah penelitian, mengkonsumsi ayam tanpa lemak dalam beberapa minggu dapat menurunkan resiko kanker jinak usus besar sebanyak 21% dan kanker ganas usus besar sebanyak 39%. Menurut penelitian tersebut tampaknya mineral selenium-lah yang berperanan. Bagi yang vegetarian, beras merah merupakan sumber selenium yang bagus.

4. Makan magnesium yang banyak

Penelitian menyebutkan, magnesium dapat mencegah kanker usus besar sebanyak 41%. Beberapa sumber magnesium antara lain, biji bunga matahari, sayuran berwarna hijau gelap, dan lain lain.

5. Makan banyak serat

Buncis dan padi padian merupakan sumber serat yang bagus. Serat membantu usus tetap bergerak sehingga racun atau toksin yang ada disana cepat terbuang.

6. Tambahkan kunyit pada bumbu masakan

Kunyit menurut sebuah penelitian dapat menurunkan resiko kanker usus besar sebanyak 25%. Kunyit juga mampu membunuh kuman H. pylori yang menyebabkan maag dan kanker usus besar.

ayo coba tebak makan apa yang dapat menyebabkan KANKER USUS BESAR ??

Jawabnya yaitu : "Gorengan, Makanan Praktis Penyebab Kanker Usus Besar"

Salah satu penyebab terjadinya kanker usus besar (kanker kolon) adalah akibat pola makan yang salah. Ternyata sering mengonsumsi gorengan dan juga daging merah bisa memicu terjadinya kanker usus besar.

"Dari pagi masyarakat sudah disuguhi gorengan dengan minyak yang dipakai berkali-kali dan mengandung racun yang bisa merusak dinding usus," ujar Dr Aru W Sudoyo, MD, PhD, FACP dalam acara Patient Gathering Sanofi Aventis 'Kanker Usus Besar Bisa Dicegah' di Hotel Sahid Jaya.

Dr Aru menuturkan dalam membuat gorengan biasanya menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang-ulang sehingga mengandung racun dan juga radikal bebas. Selain itu minyak sendiri juga bisa memicu terbentuknya asam empedu di dalam usus, asam empedu ini bisa mengiritasi usus.

"Daging merah yang dimasak pada suhu tinggi bisa menghasilkan senyawa acrylamid yang dapat menyebabkan kanker," ujar dokter yang menjabat sebagai ketua PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia).

Dr Aru menuturkan ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor risiko dari kanker usus besar ini yaitu:

1. Diet rendah serat dan tinggi lemak
2. Usia, umumnya meningkat pada kelompok usia di atas 50 tahun
3. Adanya polip pada kolon atau usus besar
4. Adanya riwayat kanker usus besar dalam keluarga
5. Mengidap penyakit radang usus yang tidak diobati
6. Kebiasaan mengonsumsi daging merah
7. Kurangnya konsumsi sayuran, buah-buahan dan ikan
8. Kurang melakukan aktivitas fisik
9. Kelebihan berat badan atau overweight
10. Memiliki kebiasaan merokok


Kanker usus besar adalah suatu keganasan yang terjadi di dalam usus besar sampai dengan dubur dan lebih banyak menimpa kaum laki-laki. Diperkirakan sekitar 75 persen penderita kanker usus besar tidak sadar kalau ia terkena penyakit tersebut, karena gejalanya tidak langsung terlihat tapi baru muncul setelah bertahun-tahun kemudian.

"Jenis kanker ini merupakan yang paling bisa dicegah (most preventable) dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan," ujar dokter yang lahir di Washington DC 59 tahun silam.

Gejala yang muncul dari kanker usus besar umumnya adalah:

1. Perdarahan pada usus besar yang ditandai dengan adanya darah pada feses saat buang air besar
2. Perubahan pola buang air besar seperti menjadi keras, lembek atau kotorannya kecil-kecil
3. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
4. Rasa sakit di perut atau bagian belakang
5. Perut masih terasa penuh meski sudah buang air besar
6. Kadang muncul beberapa gejala umum seperti sembelit, rasa sakit atau kembung di perut


Deteksi dini bisa dengan melakukan pemeriksaan feses untuk mencari darah samar, melakukan kolonoskopi atau melakukan pemeriksaan feses untuk DNA testing (pemeriksaan ini lebih sensitif).

Umumnya kanker ini bergerak secara perlahan-lahan dan diam-diam, memerlukan waktu sekitar 15-20 tahun untuk berkembang, sehingga sangat penting untuk terdeteksi secara dini.

"Kebanyakan masyarakat enggan untuk pergi memeriksakan gejala kanker usus besar ke dokter karena malu atau bahkan tidak berpikir dirinya mungkin terkena kanker ini. Padahal deteksi jenis ini merupakan prosedur yang paling mudah dan sederhana," ujar Dr Ibrahim Basir, SpB-KBD dari FKUI-RSCM.

Untuk itu perlu dilakukan deteksi dini dan skrining untuk mengurangi penderitaan dan meningkatkan harapan hidup, karena penyakit ini bisa disembuhkan jika ditemukan secara dini serta bisa dicegah dengan pola hidup yang baik dan sehat.

Deteksi Dini yuks "Kanker Usus Besar".....

Resiko terserang kanker Usus Besar (Kanker Colon) menjadi semakin tinggi dengan bertambahnya usia seseorang . Pada umumnya dunia kedokteran, berdasarkan data-data statistik, berpendapat ancaman terserang Kanker Usus Besar mulai terjadi pada usia 40 tahun keatas terutama bagi yang hidup dengan pola makan kehidupan modern.

Dengan meningkatnya usia seseorang' ancaman terserang kanker tersebut menjadi bertambah pula.

Pada saat sekarang terdapat cara yang canggih yang dapat mendeteksi bahaya serangan Kanker Usus Besar secara dini dengan tindakan Kolonoskopi.

Dengan menggunakan alat Colonoscope, seorang Dokter Ahli dapat memeriksa seluruh dinding Usus Besar dengan teliti untuk mendeteksi adanya tumor ataupun polip yang bila dibiarkan dengan berjalannya waktu bisa berubah menjadi tumor ganas (Kanker). Di negara-negara maju pemeriksaan Kolonoskopi ini sangat dianjurkan sebagai bagian dari uji kesehatan (Check Up) untuk yang berusia diatas 40 tahun dan terutama yang berusia lebih dari 50 tahun untuk dilakukan setiap 3-5 tahun sekali. Dengan dapat terdeteksi secara dini, dapat diambil tindakan sebelum tumor ganas tersebut menyebar yang dapat membahayakan kehidupan seseorang (kematian), karena seperti diketahui, biasanya apabila keluhan telah timbul dan dirasakan oleh seseorang, tumor telah berada pada fase lanjut dan sulit disembuhkan.

Sebaiknya apabila adanya tumor ganas dapat dideteksi pada fase dini, biasanya nyawa penderita dapat diselamatkan dengan tindakan operasi maupun dengan pengobatan lainnya.

Apa Yang Dimaksud Dengan Kolonoskopi?
Kolonoskopi adalah tindakan untuk memeriksa Saluran Usus Besar dengan menggunakan peralatan canggih berupa Lensa Serat Optik yang sangat lentur yang dimasukkan melalui anus (dubur) sampai menjangkau Usus Besar. Gunanya terutama untuk memeriksa keadaan dinding Usus Besar dari bahaya adanya Polip atau kelainan yang dicurigai sebagai keganasan.

Persiapan Yang Harus Dilakukan ?
Untuk mendapatkan hasil yang akurat maka Usus Besar harus dibersihkan dari sisa makanan sebelum tindakan. Sehari sebelum tindakan Dokter akan memberikan instruksi mengenai jenis dan jumlah makanan yang boleh dikonsumsi agar dapat membantu pembersihan saluran Usus Besar. Untuk membersihkan saluran Usus Besar, Anda akan diinstruksikan untuk minum larutan pencuci perut pada sore hari dan malam hari sebelum pemeriksaan. Patuhi instruksi tersebut secara cermat karena prosedur akan ditunda atau harus diulang apabila Usus Besar tidak bersih. Kolonoskopi biasanya tidak menyebabkan rasa sakit. Pada saat tindakan, Dokter biasanya memberikan obat suntikan untuk relaksasi untuk mengurangi rasa tidak menyenangkan selama tindakan, yang kadang-kadang hanya berupa rasa kembung, tekanan di perut atau kram perut ringan.

Bagaimana Pemeriksaan Dilakukan?
Anda akan diinstruksikan untuk berbaring telentang atau menghadap kesamping. Lensa Serat Optik akan dimasukkan perlahan-lahan kedalam Usus Besar melalui anus (dubur). Bagian dalam saluran Usus Besar akan terpantau secara jelas dan cermat oleh kamera pada ujung Serat Optik yang akan menyalurkan gambar hasil pemeriksaan ke layar monitor untuk dianalisa oleh Dokter dan gambar dapat direkam dalam rekaman Video Tape. Prosedur ini biasanya memakan waktu kurang lebih 20 menit atau bisa lebih apabila dilanjutkan dengan tindakan pengangkatan Polip. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya Polip atau bagian Usus Besar yang harus diperiksa lebih detail, maka Dokter akan melakukan pengambilan Polip atau contoh jaringan pada bagian yang dicurigai adanya kelainan tersebut, dengan menggunakan alat yang sama. Contoh jaringan, selanjutnya akan diperiksa di laboratorium Patologi - Anatomi untuk menentukan ada tidaknya sel-sel ganas.

Apa Yang Disebut Polip Dan Mengapa Harus Dikeluarkan?
Polip adalah pertumbuhan abnormal dari bagian Usus Besar yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Sebagian besar Polip Usus Besar adalah jinak tetapi hal ini tidak dapat ditentukan dari penampakan luar saja melainkan harus diangkat dan diperiksa secara Patologi-Anatomi di Laboratorium. Polip Usus Besar yang dibiarkan dalam waktu lama dapat berubah menjadi sel sel ganas (Kanker) yang jika tidak diketahui secara dini, dapat menjadi fatal bagi pasien (meninggal karena Kanker). Apabila dalam pemeriksaan di Laboratorium Patologi-Anatomi ternyata ada sel-sel ganas, maka dapat secepatnya dilakukan operasi pengangkatan bagian Usus Besar yang telah terserang sel sel ganas (Kanker).

Apa Yang Dilakukan setelah Kolonoskopi?
Setelah tindakan Kolonoskopi dilakukan, pasien perlu berbaring/ istirahat sekitar 1 jam untuk menghilangkan pengaruh obat penenang yang telah diberikan. Dianjurkan agar pasien waktu pulang tidak sendiri, sebaiknya ditemani anggota keluarga atau orang lain, terutama jangan mengemudikan kendaraan bermotor dalam waktu 4 jam setelah tindakan Kolonoskopi.

Umumnya Anda bisa segera makan setelah 2 jam kemudian. kemungkinan Dokter akan membatasi aktifitas Anda dan mengatur diet Anda apabila saat dilaksanakan tindakan Kolonoskopi juga dilakukan pengangkatan jaringan atau Polip (Polipektomi). Hasil pemeriksaan akan diterangkan oleh Dokter kepada Anda secara jelas dengan menggunakan foto atau hasil rekaman Video Tape.

Kemungkinan Komplikasi Kolonoskopi
Tindakan Kolonoskopi adalah prosedur yang aman apabila dilakukan oleh Dokter yang sudah mendapatkan pelatihan khusus dan sudah berpengalaman melakukan tindakan Kolonoskopi. Komplikasi jarang sekali terjadi kecuali dalam tindakan pengambilan Polip atau contoh jaringan usus Besar yang dicurigai, bisa terjadi pendarahan kecil yang biasanya berhenti setelah beberapa saat.

Dimana Anda bisa melaksanakan Pemeriksaan Kolonoskopi?
Anda tidak perlu membuang waktu untuk berobat ke Luar Negeri, karena sarana yang ada di RS Medistra dan Dokter Spesialis Gastro Enterologi (Saluran Cerna) di RS Medistra yang berpengalaman dan dikenal di dalam dan di luar negeri akan membantu Anda dengan ketepatan diagnosa dan terapi.

Tes-Tes Untuk Mendeteksi Kanker Usus Besar

Ketika kanker usus besar dicurigai, salah satu dari suatu lower GI series (barium enema x-ray) atau colonoscopy dilakukan untuk menkonfirmasikan diagnosis dan melokalisir tumor.
Suatu barium enema melibatkan pengambilan x-rays dari usus besar dan rektum setelah pasien diberikan suatu enema dengan suatu cairan yang putih seperti kapur yang mengandung barium. Barium memperlihatkan usus-usus besar pada x-rays. Tumor-tumor dan kelainan-kelainan lainnya tampak sebagai bayangan-bayangan gelap pada x-rays.
Colonoscopy adalah suatu prosedur dimana dokter memasukkan suatu tabung panjang penglihat yang lentur kedalam rektum dengan tujuan memeriksa bagian dalam dari seluruh usus besar. Colonoscopy pada umumnya dipertimbangkan lebih akurat daripada barium enema x-rays, terutama dalam mendeteksi polip-polip kecil. Jika polip-polip usus besar ditemukan, mereka biasanya diangkat melalui colonoscope dan dikirim ke ahli patologi. Ahli patologi memeriksa polip-polip dibawah mikroskop untuk memeriksa kanker. Ketika mayoritas (kebanyakan) dari polip-polip yang diangkat melalui colonoscopes adalah jinak (ramah), banyak adalah yang belum bersifat kanker (precancerous). Pengangkatan dari polip-polip sebelum bersifat kanker mencegah pengembangan dari kanker usus besar dimasa depan dari polip-polip ini.
Jika pertumbuhan-pertumbuhan yang bersifat kanker ditemukan sewaktu colonoscopy, contoh-contoh jaringan yang kecil (biopsies) dapat diperoleh dan diperiksa dibawah mikoroskop untuk mengkonfirmasikan diagnosis. Jika kanker usus besar dikonfirmasikan oleh suatu biopsy, pemeriksaan-pemeriksaan pementasan dilakukan untuk menentukan apakah kanker telah menyebar pada organ-organ lain. Karena kanker kolorektal cenderung untuk menyebar ke paru-paru dan hati, tes-tes pementasan biasanya memasukkan x-rays dada, ultrasonography, atau suatu scan CAT scan dari paru-paru, hati, dan perut.
Kadangkala, dokter dapat mendapatkan suatu tes darah untuk CEA (carcinoembyonic antigen). CEA adalah suatu unsur yang dihasilkan oleh beberapa sel-sel kanker. Ia adakalanya ditemukan dalam tingkat-tingkat yang tinggi pada pasien-pasien dengan kanker kolorektal, terutama ketika penyakitnya telah menyebar.

Kamis, 21 April 2011

Obat Kanker Usus Besar

Pengobatan kanker usus besar dapat dilakukan secara medis dan secara alami. Pengobatan medis terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, dan kemoterapi. Pengobatan alternatif yang paling dianjurkan adalah dengan menggunakan herbal. Dari sekian banyak herbal, yang menempati posisi unggul sebagai obat kanker alami yang paling cepat bekerjanya adalah Sarang Semut, yaitu tanaman obat yang berasal dari pedalaman hutan-hutan di Papua. Apa rahasia di balik kesuksesan Sarang Semut dalam menumpas kanker?

Pada dasarnya kanker jenis apapun termasuk kanker usus besar terjadi karena perubahan sel akibat pengaruh dari luar, sebagaimana sudah dijelaskan di atas. Sehingga berpengaruh pada proses oksidasi dalam tubuh, yang meningkatkan jumlah molekul oksigen non-stabil yang disebut radikal bebas. Jika tidak dikendalikan, radikal bebas ini dapat menyerang DNA dan merusak struktur dan fungsi membran sel. Dengan demikian terbentuklah kanker.

Perang melawan radikal bebas itulah tugas dari antioksidan. Antioksidan yang diperoleh melalui asupan makanan atau suplemen disebut antioksidan eksogen. Yang termasuk dalam antioksidan eksogena adalah karotenoid, flavanoid, alkaloid, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E berupa tokoferol. Percaya atau tidak, Sarang Semut kaya akan itu semua!

Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%, sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm.

"Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya", ujar Doktor ahli nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln, Ahmad Sulaeman PhD. Peran vitamin E dalam tokoferol bagi kesehatan amat vital untuk mencegah asam lemak tak jenuh, dan oksidasi oleh radikal bebas pada komponen sel membran.

Dr. M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa dengan limpahnya kandungan berbagai senyawa aktif penting seperti flavonoid, tanin, polifenol dan berbagai mineral yang berguna dalam Sarang Semut membuat herbal ini sebagai antioksidan dan antikanker yang efektif.

Pernyataan-pernyataan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengkonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat. Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam majalah Natural bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Hal senada juga dirasakan para pelanggan Mecodia (Produk Kapsul Ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya dalam waktu 1-2 bulan saja! Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar dr Dewata yang dimuat di majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Ada juga yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni, dan Keladitikus, kemudian mengkombinasikannya dengan Sarang Semut dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tentu saja herbal Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker usus besar, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Pencegahan Kanker Usus Besar

Pencegahan Kanker Usus Besar dapat kita atasi dengan cara:

1. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat.
2. Menghindari makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi.
3. Menghindari rokok dan minum alkohol secara berlebihan.
4. Melakukan olahraga secara teratur.
5. Konsumsi kalsium dan asam folat.
6. Segera lakukan kolonoskopi dan polipektomi pada pasien yang ditemukan adanya polip pada usus

NUTRISI UNTUK PENCEGAHAN KANKER USUS BESAR

Sebagaimana kita sadari bersama ada beberapa factor yang menentukan bagaimana seseorang memilih makanannya, antara lain:
• Kesenangan serta ketidaksenangan (food like dan dislike)
• Kebiasaan (food habits)
• Daya beli serta ketersediaan makanan (purchasing power and food availability)
• Aktualisasi diri (selt actualization)
• Agama
• Psikologis
• Pertimbangan gizi serta kesehatan

Tugas utama kolon (usus besar) sebagai salah satu saluran pencernaan, selain tempat penyimpanan sisa makanan yang nantinya harus dikeluarkan, adalah juga sebagai tempat absorbsi air, elektrolit, dan berbagai asam empedu. Jika fungsi kolon terganggu maka akan mengakibatkan gangguan penyerapan sisa zat gizi yang tidak terserap usus halus.

Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghambat pembentukan sel kanker adalah dengan pola hidup (perilaku) sehat, antara lain dengan mengatur pola makan sehari-hari.

Diet gizi seimbang dengan energi, protein, zat besi, zinc, vitamin A berperan dalam mempertahankan kekebalan tubuh. Kekurangan zat-zat gizi tersebut akan melumpuhkan system kekebalan tubuh dan akhirnya tubuh tidak mampu membendung karsinogen (pembentuk sel kanker).

Mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak rendah dan serat yang tinggi dapat menghambat terjadinya kanker. Di samping zat-zat yang merugikan, dalam kandungan gizi makanan tertentu terdapat pula zat gizi yang berfungsi sebagai zat antikarsinogen, yaitu zat yang protektif (melindungi seseorang yang mengkonsumsi dari timbulnya penyakit kanker).

Beberapa jenis bahan makanan yang mengandung antioksidan untuk merangsang kekebalan tubuh antara lain serat, betakaroten, vitamin C, vitamin R, selenium, dan vitamin yang lain yang dapat melawan radikal bebas, terdapat dalam bahan makanan yang termasuk golongan ini:

• Serat dari pangan nabati yang dapat dicerna penting untuk menarik air sekitar pembuluh darah, sehingga melunakkan feces dan mendorong pengeluaran yang efisien melalui usus. Sumber makanan yang mengandung serat ini adalah biji-bijian, kulit dan daging buah-buahan serta sayuran (kol, kembang kol, bayam, dll).
• Betakaroten banyak terdapat pada sayur berwarna kuning seperti wortel, ubi.
• Vitamin C banyak disimpan pada buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, dll.
• Vitamin E terkandung dalam minyak nabati, jagung, sereal, sayur berdaun hijau, buah-buahan.
• Selenium banyak terdapat pada daging, kerang, sereal.
• Asam folat bisa didapatkan dari konsumsi sayuran hijau (brokoli, bayam, asparagus), biji-bijian, hati, kacang polong, buncis.
• Kalsium berperan dalam proses proliferasi (perkembangbiakan) sel pada lapisan mukosa kolon (usus besar) manusia, karena itu masukan kalsium (Ca) yang cukup tinggi dapat mengurangi terjadinya kanker usus besar. Zat ini banyak terdapat dalam susu, yoghurt, keju, bayam, brokoli.
• Vitamin B3 (niasin) pada ayam, ikan, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, telur, apukat.
• Vitamin D yang dalam bentuk aktif dapat menghambat pelipatgandaan sel kanker, banyak kita dapatkan dari mentega, susu, kuning telur, hati, beras, ikan.
• Seng (zinc) banyak terdapat pada hewani seperti daging, ayam, telur, biji-bijian, roti, susu.
• Alkylglyserol pada minyak ikan hiu, tulang rawan ikan hiu, merupakan faktor angiogenesis yang mencegah pembentukan darah baru dalam penyebaran sel kanker.
• Omage 3 berasal dari minyak ikan.
• Beberapa ekstrak tumbuhan seperti bromelain (nanas), bawang putih, bawang bombay, lentil, serta jamur shiitake.

Penyebab Kanker Usus Besar

Walaupun belum diketahui secara pasti penyebab dari kanker jenis ini, tetapi ada beberapa hal yang diduga secara kuat menimbulkan penyakit ini yakni:

1. Kontak dengan zat-zat kimia tertentu seperti logam berat, toksin, dan ototoksin serta gelombang elektromagnetik.
2. Pola makan yang buruk antara lain terlalu banyak daging dan lemak yang tidak diimbangi buah dan sayuran segar yang banyak mengandung serat.
3. Lemak jenuh dan asam lemak omega-6 (asam linol).
4. Minuman beralkohol, khususnya bir. Usus mengubah alkohol menjadi asetilaldehida yang meningkatkan resiko menderita kanker usus besar.
5. Obesitas (kegemukan).
6. Jarang melakukan aktifitas fisik seperti berolahraga.

Gejala

Penyakit kanker sering ditandai dengan adanya kaheksia atau sindroma yang ditandai dengan gejala klinis:
• Anoreksia
• Perubahan ambang rasa kecap
• Penurunan berat badan
• Anemia
• Gangguan metabolisme karbohidrat, protein, lemak
• Lemah dan kurang bertenaga
• Perubahan fungsi imun

Kaheksia kanker ditemukan pada 80% pasien yang menderita keganasan tahap lanjut dan menjadi penyebab kematian > 20%. Masing-masing kanker akan memberikan akibat kaheksia yang berbeda. Mekanisme kaheksia kanker tidak sesederhana seperti pada kelaparan, yaitu asupan kalori yang lebih rendah dibanding kebutuhan; melainkan terjadi juga kekacauan metabolisme. Gangguan metabolisme yang terjadi pada kaheksia kanker dipengaruhi keluarnya sitokin dn faktor pemicu kaheksia lain yang dihasilkan oleh tumor dan tubuh sendiri.

apakah "KANKER" itu?

Apakah anda baru pertama kali mengenal istilah “KANKER”?? Dalam kehidupan sehari-hari kanker bukanlah suatu hal yang tabu lagi untuk didengar dalam kehidupan nyata. Pada umumnya bila kita mendengar kata “kanker” tentu saja kita akan merasa ketakutan bila kita harus menghadapinya.

Kanker adalah gumpalan sel dalam tubuh yang biasa bermula dari tumor. Memang kanker banyak jenisnya yang sering kita jumpai yaitu kanker payudara, kanker paru-paru, kanker hati, kanker usus besar,dan lain-lain.

Memang dalam kenyataannya Kanker belum ada obatnya yang ampuh dan manjur dalam mengobatinya. Namun kanker dapat dicegah dan dihambat.