Laman

Kamis, 21 April 2011

Obat Kanker Usus Besar

Pengobatan kanker usus besar dapat dilakukan secara medis dan secara alami. Pengobatan medis terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, dan kemoterapi. Pengobatan alternatif yang paling dianjurkan adalah dengan menggunakan herbal. Dari sekian banyak herbal, yang menempati posisi unggul sebagai obat kanker alami yang paling cepat bekerjanya adalah Sarang Semut, yaitu tanaman obat yang berasal dari pedalaman hutan-hutan di Papua. Apa rahasia di balik kesuksesan Sarang Semut dalam menumpas kanker?

Pada dasarnya kanker jenis apapun termasuk kanker usus besar terjadi karena perubahan sel akibat pengaruh dari luar, sebagaimana sudah dijelaskan di atas. Sehingga berpengaruh pada proses oksidasi dalam tubuh, yang meningkatkan jumlah molekul oksigen non-stabil yang disebut radikal bebas. Jika tidak dikendalikan, radikal bebas ini dapat menyerang DNA dan merusak struktur dan fungsi membran sel. Dengan demikian terbentuklah kanker.

Perang melawan radikal bebas itulah tugas dari antioksidan. Antioksidan yang diperoleh melalui asupan makanan atau suplemen disebut antioksidan eksogen. Yang termasuk dalam antioksidan eksogena adalah karotenoid, flavanoid, alkaloid, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E berupa tokoferol. Percaya atau tidak, Sarang Semut kaya akan itu semua!

Penelitian menunjukkan bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas hingga 96%, sedangkan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol, sampai sekitar 313 ppm.

"Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya", ujar Doktor ahli nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln, Ahmad Sulaeman PhD. Peran vitamin E dalam tokoferol bagi kesehatan amat vital untuk mencegah asam lemak tak jenuh, dan oksidasi oleh radikal bebas pada komponen sel membran.

Dr. M. Ahkam Subroto, Ahli Peneliti Utama dari Pusat Bioteknologi LIPI, mengungkapkan bahwa dengan limpahnya kandungan berbagai senyawa aktif penting seperti flavonoid, tanin, polifenol dan berbagai mineral yang berguna dalam Sarang Semut membuat herbal ini sebagai antioksidan dan antikanker yang efektif.

Pernyataan-pernyataan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Contohnya Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001 mengungkapkan bahwa mereka yang mengkonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat. Ia berkomentar seperti yang dimuat dalam majalah Natural bahwa "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Hal senada juga dirasakan para pelanggan Mecodia (Produk Kapsul Ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya dalam waktu 1-2 bulan saja! Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya. Hal ini cocok dengan komentar dr Dewata yang dimuat di majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Ada juga yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni, dan Keladitikus, kemudian mengkombinasikannya dengan Sarang Semut dan merasakan hasil yang sama, dimana proses kesembuhan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Tentu saja herbal Sarang Semut ini bisa dijadikan salah satu pilihan terbaik sebagai obat kanker usus besar, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi juga dalam beberapa kasus kesembuhan dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Pencegahan Kanker Usus Besar

Pencegahan Kanker Usus Besar dapat kita atasi dengan cara:

1. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat.
2. Menghindari makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi.
3. Menghindari rokok dan minum alkohol secara berlebihan.
4. Melakukan olahraga secara teratur.
5. Konsumsi kalsium dan asam folat.
6. Segera lakukan kolonoskopi dan polipektomi pada pasien yang ditemukan adanya polip pada usus

NUTRISI UNTUK PENCEGAHAN KANKER USUS BESAR

Sebagaimana kita sadari bersama ada beberapa factor yang menentukan bagaimana seseorang memilih makanannya, antara lain:
• Kesenangan serta ketidaksenangan (food like dan dislike)
• Kebiasaan (food habits)
• Daya beli serta ketersediaan makanan (purchasing power and food availability)
• Aktualisasi diri (selt actualization)
• Agama
• Psikologis
• Pertimbangan gizi serta kesehatan

Tugas utama kolon (usus besar) sebagai salah satu saluran pencernaan, selain tempat penyimpanan sisa makanan yang nantinya harus dikeluarkan, adalah juga sebagai tempat absorbsi air, elektrolit, dan berbagai asam empedu. Jika fungsi kolon terganggu maka akan mengakibatkan gangguan penyerapan sisa zat gizi yang tidak terserap usus halus.

Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghambat pembentukan sel kanker adalah dengan pola hidup (perilaku) sehat, antara lain dengan mengatur pola makan sehari-hari.

Diet gizi seimbang dengan energi, protein, zat besi, zinc, vitamin A berperan dalam mempertahankan kekebalan tubuh. Kekurangan zat-zat gizi tersebut akan melumpuhkan system kekebalan tubuh dan akhirnya tubuh tidak mampu membendung karsinogen (pembentuk sel kanker).

Mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak rendah dan serat yang tinggi dapat menghambat terjadinya kanker. Di samping zat-zat yang merugikan, dalam kandungan gizi makanan tertentu terdapat pula zat gizi yang berfungsi sebagai zat antikarsinogen, yaitu zat yang protektif (melindungi seseorang yang mengkonsumsi dari timbulnya penyakit kanker).

Beberapa jenis bahan makanan yang mengandung antioksidan untuk merangsang kekebalan tubuh antara lain serat, betakaroten, vitamin C, vitamin R, selenium, dan vitamin yang lain yang dapat melawan radikal bebas, terdapat dalam bahan makanan yang termasuk golongan ini:

• Serat dari pangan nabati yang dapat dicerna penting untuk menarik air sekitar pembuluh darah, sehingga melunakkan feces dan mendorong pengeluaran yang efisien melalui usus. Sumber makanan yang mengandung serat ini adalah biji-bijian, kulit dan daging buah-buahan serta sayuran (kol, kembang kol, bayam, dll).
• Betakaroten banyak terdapat pada sayur berwarna kuning seperti wortel, ubi.
• Vitamin C banyak disimpan pada buah-buahan seperti jeruk, jambu biji, dll.
• Vitamin E terkandung dalam minyak nabati, jagung, sereal, sayur berdaun hijau, buah-buahan.
• Selenium banyak terdapat pada daging, kerang, sereal.
• Asam folat bisa didapatkan dari konsumsi sayuran hijau (brokoli, bayam, asparagus), biji-bijian, hati, kacang polong, buncis.
• Kalsium berperan dalam proses proliferasi (perkembangbiakan) sel pada lapisan mukosa kolon (usus besar) manusia, karena itu masukan kalsium (Ca) yang cukup tinggi dapat mengurangi terjadinya kanker usus besar. Zat ini banyak terdapat dalam susu, yoghurt, keju, bayam, brokoli.
• Vitamin B3 (niasin) pada ayam, ikan, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, telur, apukat.
• Vitamin D yang dalam bentuk aktif dapat menghambat pelipatgandaan sel kanker, banyak kita dapatkan dari mentega, susu, kuning telur, hati, beras, ikan.
• Seng (zinc) banyak terdapat pada hewani seperti daging, ayam, telur, biji-bijian, roti, susu.
• Alkylglyserol pada minyak ikan hiu, tulang rawan ikan hiu, merupakan faktor angiogenesis yang mencegah pembentukan darah baru dalam penyebaran sel kanker.
• Omage 3 berasal dari minyak ikan.
• Beberapa ekstrak tumbuhan seperti bromelain (nanas), bawang putih, bawang bombay, lentil, serta jamur shiitake.

Penyebab Kanker Usus Besar

Walaupun belum diketahui secara pasti penyebab dari kanker jenis ini, tetapi ada beberapa hal yang diduga secara kuat menimbulkan penyakit ini yakni:

1. Kontak dengan zat-zat kimia tertentu seperti logam berat, toksin, dan ototoksin serta gelombang elektromagnetik.
2. Pola makan yang buruk antara lain terlalu banyak daging dan lemak yang tidak diimbangi buah dan sayuran segar yang banyak mengandung serat.
3. Lemak jenuh dan asam lemak omega-6 (asam linol).
4. Minuman beralkohol, khususnya bir. Usus mengubah alkohol menjadi asetilaldehida yang meningkatkan resiko menderita kanker usus besar.
5. Obesitas (kegemukan).
6. Jarang melakukan aktifitas fisik seperti berolahraga.

Gejala

Penyakit kanker sering ditandai dengan adanya kaheksia atau sindroma yang ditandai dengan gejala klinis:
• Anoreksia
• Perubahan ambang rasa kecap
• Penurunan berat badan
• Anemia
• Gangguan metabolisme karbohidrat, protein, lemak
• Lemah dan kurang bertenaga
• Perubahan fungsi imun

Kaheksia kanker ditemukan pada 80% pasien yang menderita keganasan tahap lanjut dan menjadi penyebab kematian > 20%. Masing-masing kanker akan memberikan akibat kaheksia yang berbeda. Mekanisme kaheksia kanker tidak sesederhana seperti pada kelaparan, yaitu asupan kalori yang lebih rendah dibanding kebutuhan; melainkan terjadi juga kekacauan metabolisme. Gangguan metabolisme yang terjadi pada kaheksia kanker dipengaruhi keluarnya sitokin dn faktor pemicu kaheksia lain yang dihasilkan oleh tumor dan tubuh sendiri.

apakah "KANKER" itu?

Apakah anda baru pertama kali mengenal istilah “KANKER”?? Dalam kehidupan sehari-hari kanker bukanlah suatu hal yang tabu lagi untuk didengar dalam kehidupan nyata. Pada umumnya bila kita mendengar kata “kanker” tentu saja kita akan merasa ketakutan bila kita harus menghadapinya.

Kanker adalah gumpalan sel dalam tubuh yang biasa bermula dari tumor. Memang kanker banyak jenisnya yang sering kita jumpai yaitu kanker payudara, kanker paru-paru, kanker hati, kanker usus besar,dan lain-lain.

Memang dalam kenyataannya Kanker belum ada obatnya yang ampuh dan manjur dalam mengobatinya. Namun kanker dapat dicegah dan dihambat.